Serial Manga Naruto punya
alur cerita rumit, jelas dan masuk akal. Semua misterinya terkuak berkat flashback yang kadang cukup mengganggu.
Sepertinya saya akan berpikir ulang ketika membaca kisah masing-masing orangnya.
Maksud saya, tokoh yang saya kira jahat, belum tentu jahat. Sebaliknya, tokoh
yang saya kira baik, belum tentu baik. Ada semacam perubahan radikal di dalam
diri tokohnya ketika kebencian mulai melanda hati. Bila kebencian telah hilang,
perubahan pun kembali terjadi. Keren ya?
Tokoh baik dan jahat punya
cita-cita untuk menciptakan perdamaian dunia tanpa kebencian. Mereka berusaha
mencapai tujuan dengan cara masing-masing. Contohnya Akatsuki yang awalnya
dipimpin Yahiko. Kelompok Akatsuki ingin mengakhiri penderitaan akibat kejamnya
perang yang berkepanjangan. Setelah Yahiko tewas, pimpinan diambil alih Nagato.
Dia mengambil cara ekstrim untuk memperoleh perdamaian. Nagato mengumpulkan 9
Bijuu (monster berekor) untuk dibuat bom besar yang akan diledakkan ke seluruh
dunia agar manusia menderita. Prinsipnya adalah perdamaian akan tercapai bila
semua manusia mengalami penderitaan yang sama seperti dia.
Ternyata dalang
Akatsuki adalah Uchiha Madara. Dia menyadari bahwa di dunia nyata, perdamaian
tidak akan terwujud karena manusia memiliki jiwa dan nafsu yang kadang tak
terkendali. Dia ingin membuat semacam ‘dunia ilusi’ lewat kekuatan 9 monster
yang disatukan. Dengan memanfaatkan Akatsuki, Madara menjalankan aksi bersama
Uchiha Obito (Tobi). Mungkin baginya perdamaian hanyalah ilusi. Maka, manusia
harus hidup di dunia ilusi buatannya agar semua hal dapat dia kendalikan dengan
mudah. Alkisah di dunia itu hanya ada kesenangan, tiada penderitaan. Apalagi
kebencian.
Perdamaian ala Nagato
dan Madara adalah perdamaian semu yang keluar dari fitrah manusia. Sebagian
besar orang menolak rencana itu, termasuk Naruto. Seperti apa kelanjutan cerita
Naruto ya? Yang jelas, pasti Naruto menang dan Madara kalah. Ya iyalah. Bagian
yang paling bikin penasaran adalah proses menuju kemenangan, bukan endingnya.
Organisasi Akatsuki
memang penuh intrik dan kepentingan. Omong-omong, siapa sih anggota Akatsuki
favoritmu? Kalau saya, anggota Akatsuki plus tokoh favorit saya di Manga Naruto
adalah Uchiha Itachi. Sesosok manusia pendiam yang jenius nan mematikan serta seorang
loyalis Konoha sejati. Bahkan kecintaannya terhadap desa melebihi apapun
termasuk klan dan keluarga. Namun loyalitasnya harus dibayar mahal ketika Klan
Uchiha merencanakan suatu kudeta terhadap Hokage (pemimpin Konoha). Loh, kok
bisa gitu buoz?
Awalnya, Desa Konoha
dibentuk oleh Hashirama Senju (Hokage I) dan Uchiha Madara (mereka berdua
adalah sahabat dekat waktu kecil) saat Klan Uchiha dan Senju sepakat untuk mengakhiri
pertikaian. Sayangnya, rasa saling curiga masih menghinggapi kedua klan. Ketika
klan Senju menjadi pemimpin, klan Uchiha merasa tersisihkan. Sekian lama
berlalu sampai masa Hiruzen Sarutobi (Hokage 3), Klan Uchiha akhirnya merencanakan
kudeta. Di sinilah Itachi berperan sebagai mata-mata Uchiha sekaligus mata-mata
Hokage. Alias, Itachi adalah seorang agen ganda.
Sebenarnya Hokage
telah mengirim surat kepada Klan Uchiha sebagai upaya perdamaian. Tapi semuanya
terlambat. Danzo (Pemimpin kelompok bawah tanah Konoha; Danzo adalah saingan
utama Hokage 3 dalam perebutan jabatan Hokage) serta dua penasehat Konoha mengusulkan
rencana untuk menghabisi seluruh Klan Uchiha. Para petinggi Konoha memanfaatkan
loyalitas Itachi untuk memberangus mereka. Dengan begitu, ‘kesucian’ Desa
Konoha akan tetap terjaga karena ada Itachi sebagai kambing hitam.
Di dalam diri Itachi
timbul gejolak dua sisi yang serba salah. Dia harus membela keluarga dan klan
tapi keadaan desa menjadi kacau balau atau membela desa tapi konsekuensinya
harus menghabisi keluarga serta klan. Jelas itu adalah dua sisi yang sangat
berat untuk dialami. Berhubung cintanya terhadap desa lebih besar, maka dia
memutuskan untuk mengakhiri kejayaan Klan Uchiha. Baginya, kestabilan desa
lebih penting dari apapun. Dia telah menyatu dengan Konoha walau berasal dari
klan yang berseberangan ideologi dengan petingginya. Mungkin dia berpikir bahwa
rencana kudeta oleh Klan Uchiha adalah hal bodoh berjangka pendek oleh nafsu
besar tanpa pemikiran logis. Mulailah malam kelam bagi sejarah Konoha,
mayat-mayat bergelimpangan di sekitar kompleks kediaman mereka.
Itachi telah
mengemban tugas penting sekaligus konsekuensi atas loyalitas terhadap desa. Sebesar
apapun cintanya kepada Konoha, cinta terbesar tetaplah tertuju pada sang adik,
yaitu Uchiha Sasuke. Dia tak sanggup membunuh Sasuke sehingga dia memohon belas
kasihan dari petinggi Konoha. Di sinilah cerita-cerita rumit mulai berkembang.
Bagi petinggi Konoha,
seharusnya Itachi diangkat sebagai pahlawan. Namun karena tidak sanggup
membunuh Sasuke, dia diusir dari desa. Benarkah? Benar-benar alibi yang sangat
luar biasa terencana untuk menjaga nama baik Konoha. Bila tidak ada alasan
apapun atas musnahnya Klan Uchiha, maka semua negara akan curiga kepada Konoha.
Dan bila Itachi diangkat sebagai pahlawan, maka nama baik Konoha akan tercemar
dan bocorlah sudah rahasia desa tentang perintah untuk menghabisi Klan Uchiha. Jadi,
jalan tengahnya adalah mengusir Itachi dari desa atas kegagalan membunuh
Sasuke.
Saya yakin kalau
alasannya hanya karena tak sanggup membunuh Sasuke, Itachi akan kecewa dan
balik menyerang desa. Mungkin memang sudah ketetapan, cinta yang luar biasa bila
dibalas dengan keburukan luar biasa, maka rasa cinta akan berubah menjadi
kebencian yang tak kalah luar biasa. Tapi, kenapa Itachi tidak menaruh dendam
kepada Konoha dan Hokage? Kenapa Itachi menitipkan Sasuke kepada Hokage? Kenapa
Itachi menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada Hokage untuk melindungi
Sasuke?
Semuanya memang
seolah-olah terlihat bahwa Itachi adalah sosok pembunuh dan kriminal kelas dewa
yang kabur dan menjadi buronan. Sesungguhnya, petinggi Konoha memang
mengkondisikan Itachi seperti itu untuk mengemban tugas sangat rahasia dan
berbahaya. Dia bertugas menjadi mata-mata di Organisasi Akatsuki. Kepentingannya
bukan lagi untuk Konoha tapi sudah menjadi kepentingan semua negara.
Pembantaian terhadap Klan Uchiha adalah alasan yang sangat bagus untuk masuk ke
Akatsuki. Namun karena Akatsuki memang ahli menyimpan rahasia dan rencana
tersembunyinya sangat terjaga, hanya Obito dan Madara yang tahu, sepertinya misi
mata-mata Itachi telah gagal dan hanya sebatas mengetahui rencana besar Nagato
dengan bomnya. Saking kompleks dan rahasianya misi Itachi, menurut saya,
Tsunade (Hokage 5) juga tidak tahu kalau Itachi adalah mata-mata dari Konoha.
Bagi Itachi, dia
sudah menyadari penderitaan yang akan dialami oleh Sasuke. Sehabis melakukan
pembantaian dan sebelum pergi dari Konoha, dia menyuruh Sasuke untuk mengumpulkan
kebencian kepadanya. Itachi berharap semua kebencian yang telah terkumpul akan
lepas dan meledak ketika di masa depan Sasuke telah siap untuk menghabisi
Itachi. Dia ingin Sasuke meluapkan segala kebencian kepadanya. Kenapa Itachi
tidak memberitahu Sasuke bahwa dia melakukan pembantaian karena misi dari
Hokage? Hey, seorang loyalis takkan pernah membocorkan rahasia negara! Itachi
tak ingin Sasuke membenci desa atas hal-hal yang belum bisa dimengerti oleh
bocah. Jadi, menyugesti Sasuke untuk membenci Itachi adalah tumbal yang praktis
dan sempurna agar Sasuke tidak balas dendam kepada Konoha. Gitu.
Membunuh klan dan
keluarga sendiri adalah hal yang sangat berat dan menyedihkan. Sebelum membunuh
kedua orang tuanya, Itachi pun sempat meneteskan air mata. Gara-gara kejadian
ini, Itachi menjadi sakit-sakitan. Kelihatannya sehat tapi sebenarnya sakit. Dia
tak ingin mati begitu saja atau terbunuh. Maka, dia menggunakan semacam obat
untuk tetap bertahan (kata Tobi). Mungkin lingkaran di lehernya adalah sejenis
obat. Itachi hanya ingin dibunuh oleh Sasuke. Dia ingin Sasuke balas dendam.
Memang pada akhirnya Sasuke seolah-olah berhasil membunuh Itachi, tapi itulah
rencana Itachi. Dia telah mengalami penderitaan batin yang luar biasa dan
hidupnya hanya boleh berakhir di tangan orang yang dicintainya.
Uchiha Itachi.
Seorang ninja yang terpaksa menjalani dua sisi kehidupan sebagai konsekuensi
atas besarnya rasa cinta terhadap desa. Cinta yang terlalu besar menimbulkan
konsekuensi. Itulah penyebab rasa cinta berubah menjadi benci maupun kelelahan
yang luar biasa. Kebencian yang timbul akan membuat orang berbalik dan melawan.
Bila tidak benci, maka kelelahan luar biasalah yang akan timbul. Bila seseorang
terlanjur lelah oleh konsekuensi tersebut, sekuat apapun fisiknya tak akan mampu
menahan sakitnya rasa di dalam hati.
Rasa lelah
seakan-akan sirna ketika dibunuh oleh orang yang paling dicinta. Mungkin
seperti itulah jalan pikiran Itachi. Di ujung pertarungan, Itachi masih sempat
melakukan kebaikan terhadap Sasuke. Dia memancing Orochimaru agar segera keluar
dari tubuh Sasuke. Kemudian, dia menyegel Orochimaru ke dalam pedang Totsuka.
Akhir cerita, Sasuke terbebas dari jeratan Orochimaru serta dendam klan terbalaskan.
Itachi pun meninggal sambil tersenyum di depan Sasuke.
Itulah sedikit
cuplikan kisah Uchiha Itachi yang saya pahami. Masih banyak hal lain tentangnya
di dalam Manga Naruto. Nggak asik kalau terlalu banyak saya bahas. Yah, sosok
Itachi memang nggak jelas. Nggak cocok dibilang penjahat karena cinta banget
sama adik dan desa. Juga nggak cocok dibilang pahlawan karena (terpaksa)
membantai seluruh klan tanpa belas kasihan. Mungkin benar kata grup band Queen, too much love will kill you.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar